The Script of life

For some reason,selama satu setengah tahun terakhir ini saya tidak berani mendengarkan lagu The Script yang berjudul Breakeven ataupun The Man Who can’t be moved. Alasan yang pasti sudah bisa ditebak kalau dilihat dari lirik 2 lagu yang dibawakan dengan sangat apik oleh Danny O’Donoghue (who is the second sexiest coach of The Voice (UK) next to Adam Levine) itu. Tiap denger intro Breakeven saya langsung kabur atau berusaha mengalihkan pikiran ke hal lain dan pura-pura ga denger. Sialnya, setahun-dua tahun kemarin lagu ini lagi tenar-tenarnya. Jangankan restoran atau mall, masa  sampai tukang dvd yang jualan di pinggir jalan juga memutar 2 lagu itu! Rasanya saya ingin kabur ke Timbuktu menemani Donal Bebek! Tapi bagaimana kalau lagu itu hits juga sampai Timbuktu? Masa iya disana ga ada orang patah hati?

What am I supposed to do when the best part of me was always you,
And what am I supposed to say when I’m all choked up that you’re ok
I’m falling to pieces, yeah,
I’m falling to pieces

itu

dan ini….

I know it makes no sense, but what else can I do
How can I move on when I’m still in love with you

Hampir dua tahun kemudian tepatnya kemarin, saya sedang menonton The Voice season 1. Di salah satu episode ada seorang peserta bernama Xenia yang menyanyikan lagu Breakeven. Suaranya bagus, pembawaaannya ketika menyanyikan lagu itu juga enak dilihat. Saya seperti terhipnotis dan berhasil mendengarkan lagu itu sampai selesai dan tidak merasakan apa-apa. Ga pengen kabur ke Timbuktu atau tiba-tiba nangis. Okay, mungkin itu efek si Xenia ini,pikir saya.

Tapi hari ini tanpa sengaja saya mendengar lagi lagu itu. Dibawakan langsung oleh Danny O’Donaghue di acara The Voice UK dan kembali lagi saya berhasil mendengarkan lagu itu sampai habis. Bahkan…saya ulang-ulang terus. Kenapa? Simple,karena saya sebenarnya sangat menyukai Breakeven dan kangen lagu itu.

Menyukai-membenci-dan menyadari ternyata kamu tidak membencinya, itu sebuah proses. Proses untuk menyadari bahwa kamu hanya membencinya karena dia mengiringi kisah yang kamu benci. Proses untuk menyadari begitu banyak hal yang kamu lewatkan ketika kamu sedang mencoba untuk move on.

Maybe this is one of the best things about Moving on…ketika kamu sudah bisa mendengarkan lagi lagu favorit kamu tanpa harus merasa tertekan atau ngejar pesawat dan kabur ke Timbuktu..

What am I gonna to do when the best part of me was always you ? -The Script

well,I’m moving on

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s