jalan-jalan

Brussel, the city where I left my heart..

Jam setengah 6 rombongan sudah harus siap di lobby karena kita akan berangkat menuju St. Pancras Train Station untuk berangkat ke Stasiun Midi/Zuid di Belgia dengan kereta Eurostar.

Narbuh. Narsis Nyubuh

Narbuh. Narsis Nyubuh. Ini sekitar jam 5 pagi tapi bus udah ada yang beroperasi

Apa istimewanya kereta ini? Ternyata dia memiliki kecepatan maksimum 300 km/jam dan relnya ada di bawah laut,tepatnya jalur keretanya berada di selat Inggris. Jadi perjalanan menembus lautan melewati Channel Tunnel,yaitu terowongan bawah laut yang menghubungkan Inggris dan Perancis,hanya memakan waktu beberapa jam saja. Cepet banget ya loncat-loncat antar negaranya. Harga tiketnya bervariasi dari 81 euro sampai 176 euro.

Eurostar, pict from http://www.visitlondon.com

St Pancras Train Station ini bersih banget dan dingin, walaupun full orang tapi tetap teratur. Malah rasanya seperti menunggu di lounge airport. Orang-orang jarang ngobrol tapi baca buku atau koran. Kalau ngobrol pun volumenya gak gede2 amat.

Jadwal Eurostar

Jadwal Eurostar. Yes ada yang ke Disneyland Paris juga

St Pancras. Bersih banget dan teratur

St Pancras. Bersih banget dan teratur

Anggap aja peron 9 3/4 =P

Dalam misi mencari peron 9 3/4

543

Peron keretanya. Langsung kebayang adegan Jesse-Celine di Before Sunrise

Ini di dalam keretanya. Bersih dan comfy, Tapi sebenarnya kereta Bandung-Jakarta pun gak kalah nyaman sama kereta Inggris-Perancis ini

Ini di dalam keretanya. Bersih dan comfy, Tapi sebenarnya kereta Bandung-Jakarta pun gak kalah nyaman sama kereta Inggris-Perancis ini

Terus apakah lautnya keliatan kayak di sea world gitu? Ternyata tidak saudara-saudara. Lautnya…Hitam alias yang kelihatan cuma terowongannya aja hahaha. Dan buat sebagian orang, karena adanya perbedaan tekanan telinga juga agak sakit pas melewati si terowongan channel. Oiya,gak ada yang keliling jualan makanan kayak kereta di Indonesia. Alhasil perut kerebekan karena tadi pagi baru diisi muffin dan jus (again, orang Indonesia dan butuh nasi..atau tepatnya gw yang butuh sarapan nasi)

Akhirnya dari Inggris menyeberang ke Perancis dan jalan dikit, sampai jugalah kami di ibukota Belgia, BRUSSEL. From the first step, gw langsung jatuh cinta sama kota ini. Kotanya dingin, bangunan tuanya gak sebanyak London tapi entah kenapa berasa aman dan nyaman.  Mungkin ini kali ya rasanya ketemu jodoh pada pandangan pertama..hahaha

Akhirnya nyampe Brussel.

Akhirnya nyampe Brussel.

Berhubung sudah jam makan siang jadi rombongan kami berpencar mencari sesuap nasi (dan coklat) di stasiun.

Dan langsung cari makanan, eh kok coklat

Dan langsung cari makanan, eh kok coklat

Yes, Belgia memang terkenal dengan coklatnya. Di stasiun pun tersedia banyak banget toko coklat dan tentu saja toko Godiva yang dari tampilannya aja udah bikin berat badan nambah 2 kg. Menurut buku Cultural Shock,A survival Guide to Customs and Etiquette in Belgium, saking cintanya sama coklat, satu orang disini menghabiskan sekitar 8 kg coklat pertahunnya! Coklat dianggap sebagai national pride jadi kalau gak hati-hati bisa timbul masalah gara-gara coklat.

Akhirnya gw beli yang kecil dulu karena di tempat yang bakal kita kunjungi nanti coklatnya katanya lebih murah dan lebih banyak variasinya

Enak enak enak

Enak enak enak

Pilihan makanannya ada banyak sih. Fast food restaurant ada, chinese food juga ada. Tetapi mata gw langsung kesirep sama stall Wok A Way yang ada tulisan indah  ini

NASI GORENG

NASI GOREEEEEENG

Rasanya? LUCU. Karena ini definitely beda banget sama nasi goreng Indonesia. Pertama, nasinya ga digoreng tapi disteam. Kedua, campuran sayurannya banyak banget apalagi togenya. Ketiga, nasinya disiram saos asam manis. Jadinya sih ini judulnya nasi goreng basah x). Rasanya mirip mirip tumis toge dicampur saus cuka manis ditambah nasi. Enakan mana? enakan nasi goreng tek-tek ala emang emang di Indonesia lah jelas..

Nasi dan Mie Goreng ala Belgia

Nasi dan Mie Goreng ala Belgia

 

Berhubung gak kenyang jadilah beli makaroni campur saus keju.

Berhubung gak kenyang jadilah beli makaroni saus keju dari Mezzo. Ini kejunya banyak banget dan soooo creamy

Kelar makan siang jadwal berikutnya adalah city tour. Di Brussel ini rombongan kami cuma mampir saja dan tidak menginap. Ada yang bilang Brussel adalah kota yang membosankan karena tidak ada apa-apa. Dia tidak punya Eifel, tidak semegah London atau se romantis Italia. Tetapi menurut eike Brussel justru tempat paling aman dan stabil buat liburan panjang. Walaupun kecil tetapi this bilingual city  adalah kota penting untuk Uni Eropa karena di Brusselah terdapat European Union Headquarters. Bahasa yang digunakan diantaranya adalah bahasa Perancis, Jerman dan Flemish dan bahasa-bahasa lainnya yang diperkenalkan oleh para imigran yang banyak menghuni kota ini.

Suasana sehari-hari. Adem ya

Suasana sehari-hari. Adem ya

594

Brussel

Brussel

Bus akhirnya berhenti di alun-alun kota dan kami diajak melihat salah satu landmark Belgia yaitu Patung Bocah Pipis alias Manneken Pis. Letaknya ada di ujung jalan kecil dan patungnya pun kecil loh.  Kenapa patung ini bisa begitu terkenal? Ada banyak legenda yang bilang kalau si bocah ini sudah berjasa menyelamatkan kotanya, ada juga yang mengatakan kalau si anak kecil ini adalah anak hilang yang membuat 1 kota heboh nyariin doi dan pas diketemuin si bocah malah tenang-tenang aja sambil pipis. Anyway patung ini juga sering didandanin loh. Kadang dia bisa pakai baju judo atau baju pelaut. Untung ya nak *sodorin tolak angin*

Jalan tempat Patung Bocah Pipis. (pict from Wikipedia)

 

623

Manneken Pis…

Setelah berfoto-foto sama si bocah pipis ini waktunya mencari…coklat. Untung saja di sepanjang jalan dari Town Hall sampai area patung ini tersedia begitu banyak toko coklat dan wafel dan es krim.

625

Bayangin wafel Belgia yang dijual di mall-mall? Ini gedenya empat kali itu dan toppingnya juga buanyaaaak

Satu waffle polos harganya 1-2 Euro dan kalau tambah topping harganya bisa sampai 5-6 euro. Buat yang suka manis, waffle ini surga banget dan porsinya cukup buat 2 orang. Toko coklat? ooow jangan khawatir karena di sepanjang jalan ini banyak coklat Godiva all variant yang sale.

Why I left my heart in this city? Semua karena moment ini. Bayangin kamu ada di  kota di Eropa, di jalan kecilnya yang suasana bangunannya kayak di fairy tales. Cuacanya sejuk banget dan bebas polusi. Di tangan kamu ada jajanan waffle enak yang creamnya meleleh di mulut dan semua itu ditemani alunan lembut saxophone yang tata suaranya bagaikan lagi konser padahal yang main adalah musisi jalanan. Kebayang ga kebayang ga?

Musisi Brussel

Musisi Brussel

Fairy Tale Street

Fairy Tale Street

Setelah puas foto-foto di jalan-jalan yang ternyata bernama Rue Charles Buls/Karel Bulsstraat ini kami melipir dikit ke Grand Hall (Grote Markt) yang merupakan central square of Brussel atau bisa dibilang alun-alunnya Brussel.

and again FAIRY TALES. Jangan-jangan dulu ini kotanya Cinderella. Oiya foto-fotonya sengaja ga gw edit soalnya ga diedit juga udah bagus banget. Langitnya ituloooh, biru banget.

650 640 626

Dan ditengah-tengah suasana syahdu Eropa ada ibu-ibu teriak “NENG KENE. IKI IKI” atau terjemahannya Disini,ini ini. Denger bahasa Jawa di Belgia rasanya terharu geli seneng gimana gitu. *Sungkem ke Eyang Kakung Eyang Putri* Banyak bagunan bersejarah yang bisa ditemukan disini diantaranya Town Hall yang dibangun di era Middle Ages,dan Museum of The City of Brussel. Bangunan-bangunan tuanya sangat sangat terawat loh. Gak heran sih karena bangunan2 ini adalah Pride kota ini.  Oiya,dua tahun sekali di bulan Agustus kita bisa menyaksikan Grand Place ini dipenuhi karpet bunga bunga (jangan bayangin Syahrini joged2 I feel Free yaa)

The Town Hall

The Grand Place

Bunga bungaaaa (pict from Wikipedia)

Grand Place at night. Lebih cantik lagi (Pict from Wikipedia)

Sayang waktu rombongan kami sudah habis di Belgia dan harus melanjutkan perjalanan ke Amsterdam, Belanda dimana kami akan menginap 2 malam. Ternyata yaa dalam sehari mengunjungi empat negara itu gak mustahil di Eropa. Hitungannya tadi pagi sarapan di Inggris, terus makan snack di Perancis, makan siang di Belgia dan makan malam di Belanda. Dreams do come true,right. Tinggal nyari jodoh buat nemenin…jodoh mana jodoh? *EH*

Sisters

Sisters

Adieu, belle

Adieu, belle