london

London Part 3

Yasalaaam lama amat ya gw baru update lagi. Dari judulnya jalan-jalan nengok Pangeran George baru lahir eh sekarang doi udah punya adik aja . Maapkeun yaaa *sungkem*

Oke kali ini lanjut cerita soal Londonnya yaa. Habis makan siang rombongan kita dibawa ke tempat yang kayaknya jadi objek wisata favorit juga disana. Yes,it’s Madame Tussaud! Museum patung lilin ini terletak di Marylebone Road dan harga tiket masuknya 30 poundsterling, kalau beli online bisa lebih murah lagi sekitar 22 pounds.  Masuknya ngantri dan didalamnya juga NGANTRI! Madame Tussaud London ini dari luar gak kelihatan megah tapi ternyata di dalamnya GUEDEEE.

Pict from Wikipedia

Pict from Wikipedia

Patung-patungnya dari Leonardo Dicaprio sampai Shahrukh Khan juga ada. Berhubung gw dan si ade penggemar film India jadi ketebaklah ya foto-foto sama yang mana duluan x)) (Plus ga ngantri juga..hahaha)

Mas saya Anjali mas

Masnyaaa saya Anjali mas ( and I still don’t have any idea why I stood like that)

 

The most beautiful lady in the room. Audrey Hepburn,bukan gw x))

The most beautiful lady in the room. Audrey Hepburn,bukan gw x))

Hrithik Roshan, another Bollyood Prince. Yes, we love him!

Hrithik Roshan, another Bollyood Prince. Yes, we love him!

IDOLA MASA KECIL!

IDOLA MASA KECIL!

Doi memble gw ikutan memble. Apa lo, naro2 Iker Casillas kok di bangku cadangan terus *telat banget ya dendamnya*

Doi memble gw ikutan memble. Apa lo, naro2 Iker Casillas kok di bangku cadangan terus *telat banget ya dendamnya*

 

Om,Tante tolong restui kami. Sungguh saya bakal jadi mantu yang berbakti

Om,Tante tolong restui kami. Sungguh saya bakal jadi mantu yang berbakti

415

Shahrukh Khan’s wisdom

Sebenarnya patungnya masih banyak banget, ada sekitaran 300 patung tapi yang ngantri juga gak kalah banyak. Apalagi buat patung Jollie-Pit yang ngantri bejibun. Oiya di Madame Tussaud ternyata ga cuma bisa foto sama patung aja tapi bisa naik kereta-keretaan kayak istana boneka di Dufan gitu. Gw lupa cerita bonekanya soal apa, kalau ga salah soal sejarah Inggris dari beberapa abad yang lalu. Efeknya bagus keretanya stabil tapi yang paling enak adalah…kita bisa duduk 10 menitan *elus2 kaki* Nah ada juga nih Chamber of Horors alias rumah hantu kalau di Dufan. Tadinya gw mau masuk situ tapi jalan masuknya serem dan dari luar aja udah kedengeran orang-orang teriak. Siap grak, Kabuuuuur! Highlights of the day dan yang paling seru adalaaah nonton film Superheroes 4D. Karakternya ada Spiderman,Hulk,Wolverine,Iron Man dan masih banyak lagi. Ngantrinya sekitar 30 menitan. Filmnya sekali tayang 7-1o menit tapi efek 4Dnya kerasa banget. Kayak waktu Wolverine ngeluarin Clawsnya, pinggang kita berasa banget ditusuknya. Waktu musuhnya nyemburin air penontonya ikutan basah dikit. Nah pas ada laba-laba beracun, kaki penonton juga kesetrum dan kayak dihinggapi banyak binatang. Seru, seruuuu bangeeet..(atau emang gw aja yang cupu belum pernah ngerasain 4D ya? X))

Kelar dari Madame Tussaud, laper…hahaha. Untung di depan pintu keluar ada yang jual Crepes. 1 Crepes harganya 5 pound (tips, kalau makan jajanan di London Zona wisata jangan dihitung ke rupiah ntar sakit hati X) ) RASANYA ENAK BANGET PARAH AJEGILE SUMPAH. Crepes terenak yang pernah gw rasain. Mungkin ada 1/4 botol Nutella dikasih sama mbaknya, kulitnya lembut dan kejunya sama kacangnya meleleh di mulut. Me…le…leeeh. 478

Penjual Crepesnya ramah banget deh dan dia malah foto-fotoin kita

Penjual Crepesnya ramah banget deh dan dia malah foto-fotoin kita

Kenyang makan Crepes gw pun menyebrang ke deretan toko-toko souvenir. Kebanyakan yang dijual souvenir London kayak gantungan kunci Union Jack atau postcard. Kualitasnya juga bagus dan kelihatan gak asal buat. Jadilah belanja oleh-oleh sampai tiba-tiba udah waktunya balik ke Bus. Temen-temen serombongan juga sudah pada kecapean kelihatannya. Untungnya jadwal berikutnya adalaaaah makan. Nah yaa tau sendiri kan perut orang Indonesia kalau gak makan nasi ga afdol, apalagi tadi menunya “cuma” fish and chips. Pemandu turnya ngerti banget kayaknya soal selera kita jadi dia bawalah rombongannya ke Chinatown dan pastinya dong kalau ke Pecinan makannya Pizza  

410

Gak afdol katanya kalau belum foto sama ini. Jalan masuk ke Kementerian Sihir x))

Ternyata kita dibawa ke Chinese Restaurant yang nyediain NASI. Sistem makannya, dan ini ternyata sistem makan selama di Tur di Eropa, adalah 1 meja isinya 8-10 orang dan makanannya gak bisa nambah. Jadi gak bisa ngambil banyak-banyak juga soalnya air putih aja agak-agak ngepas x) Makanannya standar 4 sehat kurang sempurna. Ada ayam,ikan,sayur-sayuran sama buah, minus susu.

London's China Town

London’s China Town

 

Kenyang makan perut bahagia tinggal istirahat. Mata udah pengen merem aja berhubung dari pagi turun pesawat langsung dibawa keliling-keliling sampai malam kan yaa. Akhirnya melipir agak jauh kira-kira sejaman sampai juga ke hotelnya. Nama hotelnya Hilton London Olympia di Kensington High Street. Istirahat sejam, sekarang waktunya ketemuan sama temen kuliah s1 gw yang lagi kuliah di London. Sekarang sih udah selesai dan udah kece banget bawain acara di Metro TV.

Hello Mandaa

Hello Mandaa

Berhubung udah jam 9 malam kafe2 pada tutup. Akhirnya setelah jalan 2 atau 3 blok ada coffee shop yang buka namanya costa cafe. itupun sebenernya juga udah mau tutup. Kita ngobrol sejaman dan Manda cerita soal perjuangannya hidup sendiri di London, kota yang serba mahaaaaaal dan harus pintar-pintar berhemat. Tapi gak sia-sia perjuangan cewe kembang kampus HI Unpar ini, sekarang dia udah sukses di tv berita. Lagi asik cerita kafenya udah mau tutup dan kebetulan besok juga gw harus bangun subuh buat berangkat ke Belgia. 499

Balik ke hotel si Ade marah-marah kenapa ga dibangunin pas gw pergi. Ternyata,,,dia denger suara orang gosok gigi di kamar mandi padahal kan ga ada siapa-siapa…hihihi. Nah loh….

(Next : Brussel,Belgium)

London Part 2

Setelah anak-anak hilangnya ketemu rombongan kami pun berangkat buat makan siang, yaay! Perut kami semua sudah pada bunyi mengingat sarapannya di pesawat. Untungnya restoran yang dipilih cuma berjarak sekitar 15 menit dari daerah Westminster. Nah begini nih tampak depan gedung restorannya. Namanya The Ivory Building. Nama restorannya? entahlah. Berhubung perut udah lapar berat jadi gak merhatiin nama-nama atau lihat-lihat sekeliling.

Tampak depan si Restoran

Ternyata restoran ini lucu banget. Konsepnya nih pengunjung seperti makan di  restoran abad pertengahan, bahkan meja kursi sampai mangkok dan cangkirnya pun persis seperti jaman dulu. Seragam pelayannya juga seperti seragam pelayan jaman pertengahan dulu. Terusan putih lebar dengan vest coklat. Niat abis! Bisalah berkhayal dikit gimana rasanya kalau makan siang bareng King Arthur dan Sir Lancelot.

Lunch with King Arthur, shall we

Makanannya standar sih, Fish and Chips dan Sup Tomat yang langsung ludes gak sampai 10 menit. Rasanya? Ikannya enak dan gede-gede, tepungnya tuh berasa banget bumbunya tapi kentang gorengnya terbilang standar. Endingnya kami kenyang dan bahagia. Hahaha.

Keluar dari restoran ketemu ini. Kunci mana kunci ?

Selesai makan rombongan kami diajak berkeliling London lagi. Ajaib memang kota ini, cantik semua dimana-mana. Ya penataannya, bangunannya,fashionnya. Jiwa turis saya bilang kota ini bakal jadi the best city yang kunjungi diantara semua kota-kota di Eropa Barat. Nah itu dia kata kuncinya, Turis

“London memang bagus banget buat menarik Turis” kata teman saya,Manda yang lagi kuliah di London. Tapi buat hidup, lain lagi ceritanya. Apalagi buat mahasiswa yang mengandalkan beasiswa. Hidup di London ternyata sangat mahal. More on this latter.

Kami diajak melewati Picadilly Circus atau persimpangan yang terkenal karena banyak papan iklannya yang ditempel di bangunan-bangunan tua di sekitarnya. Mungkin fungsinya mirip-mirip kayak Times Squarenya New York kali ya. Bangunan-bangunan ini mengelilingi air mancur dan patung bernama Eros. Picadilly is one of the bussiest squares in London Karena lokasinya strategis, tempat ini sering jadi meeting point atau sekadar tempat duduk-duduk sambil ngeceng.  Eh orang London ngeceng juga gak ya? Saya sih puas ngeceng di London =P

Picadilly Circus (Gambar dari Wikipedia)

and I was like, oooh ini toh Picadilly yang tersohor itu. Yang jadi sumber lirik lagu band kesukaan saya, Woke up in London yesterday Found myself in the city near Piccadilly. Don’t really know how I got here -One Republic, Good LIfe

image

Busy Time

Suasana di London

JJS, jalan-jalan sore yuk

photo

IMG_3312

Bus khas London

and our next stop was Madam Tussaud Musseum….

Tips

1. Ruginya ikut tur memang kita tidak bisa buat itinerary sendiri dan kadang-kadang di satu tempat wisata waktu kita sangat dibatasi, kadang cuma 10 menit buat foto-foto doang. Intinya sih yang penting ada fotonya. Kalau kamu termasuk yang pengen bebas keliling-keliling sampai berjam-jam ikut tur seperti ini mungkin agak kurang cocok. Tapi buat yang baru pertama kali ke Eropa dan pengen makan terjamin,hotel berbintang dan kemana-mana gak capek berarti ikut tur memang pilihan yang terbaik

2. Perhatikan baik-baik itinerary yang kita dapat.  Jangan tergiur dengan banyaknya tempat yang disebut di jadwal perjalanan tersebut. Karena jika ditulis MELEWATI A,B,C,D,Z yaa bisa saja memang literally benar-benar melewati.  Mengunjungi dan melewati ternyata benar-benar punya arti yang beda banget..

 

London part 1, The city where time stops

Akhirnya setelah 16 jam duduk di pesawat, tanpa mandi apalagi sikat gigi rombongan tour saya nyampe juga di London dan langsung oleh disambut keramaian Bandara Heathrownya. Memang tidak salah Bandara ini disebut sebagai salah satu yang paling sibuk di dunia. Orang-orang dari berbagai bangsa tampak dengan sabar mengantri di imigrasi dan sabar juga menunggu antrian mengambil koper bagasi. Bandara ini sangat besar dan benar-benar bersih. Namun berbeda dengan Soetta di Heathrow jatah wifi hanya bisa tersambung 30 menit saja per 1 akun. Untunglah kartu XL yang saya bawa dari Indonesia langsung tersambung dengan provider lokal sehingga tidak ada masalah untuk komunikasi, apalagi untuk update Instagram dan Path karena koneksi internetnya sangat cepat bahkan lebih cepat dari wifi di Heathrow. Untuk orang Indonesia yang sudah terbiasa dengan internet super lelet koneksi super cepat ini benar2 anugerah. Sebetulnya kalau mau membeli simcard di sana pun juga bisa beli di mesin yang sudah tersedia.

Mesin Sim Cards

Bentukan Mesin Sim Cards

Tempat mengambil koper bagasi. Sebetulnya sama aja sih kayak bandara yang lain tapi bandara yang ini super luas dan kebersihannya terjaga

Tempat mengambil koper bagasi. Sebetulnya sama aja sih kayak bandara yang lain tapi bandara yang ini super luas dan kebersihannya terjaga

Akhirnya rasa penasaran saya sama Heathrow terbayar sudah. Bandaranya memang sesibuk dan sebesar itu, tetapi tetap saja belum mengalahkan antrian orang-orang di Bandara Soekarno Hatta atau di Bandara Hussein Sastranegara Bandung.

Keluar dari Heathrow kami disambut cuaca London yang ALHAMDULILLAH DINGIN TAPI GAK HUJAN. Tahu sendiri kan predikat London sebagai kota PHP (Pemberi Harapan Palsu) kalau soal cuaca. Keluar dari Heathrow kami langsung naik bis buat keliling kota sesuai jadwal. Kesan pertama yang saya tangkap dari London adalah BOOOOK INI KOTA RAPI-RAPI AMAT. Latar belakang Postcard dimana-mana! Selfie dimanapun bagus kayaknya. Cantik banget kotanya, rapi dan teratur. Kesan pertama saya adalah, gak ada yang salah sama kota ini. Kesan pertama loh ya, selanjutnya kan terserah dompet =P

449

Pemukiman di London

London City

IMG_3290

Autumn in London

IMG_3304

Look at the car

Oiya,rombongan tour kami kira-kira terdiri dari 20 orangan. Dari Nenek-nenek gaul umur 73 tahun sampai tante-tante kece pun ada. Anak mudanya cuma bertujuh. Empat diantaranya lagi Honeymoon. Saya sama si adik yang masih jomblo terpaksa gigit jari aja sih. Tour Leadernya cuma 1 namanya Pak Yusuf. Orangnya kocaaaaak banget astaganaga. Sule aja kalah. Pak Yusuf ini sudah malang melintang di dunia pertravelan. Pak Yusuf inilah yang sukses membuat rombongan tour kami seperti keluarga. Tapi untuk London dan Paris harus ada 1 warga lokal yang sudah punya lisensi sebagai pemandu wisata untuk menemani turis internasional keliling tempat wisata. Tour Guide di London ini nenek-nenek yang rambutnya udah putih semua tapi masih kuat jalan jauh. Dia cerita kalau ekonomi yang lagi turun bikin warga London ramai-ramai mencari pekerjaan tambahan, salah satunya dengan menjadi guide lokal ini.

Kembali ke kotanya Kate Middleton ini, London terdiri dari 6 zona atau daerah. Menara Buckingham,Big Ben,dan The London eye terletak di zona 1. Beda zona beda pula harga barang-barangnya. Contohnya kopi dengan merek yang sama di zona 1 bisa dijual dengan harga dua kali lipat dibandingkan zona 3. Waktu saya kesana harga 1 poundsterling mencapai 19000 rupiah. Sedangkan kopi saja dijualnya 2-3 euro. Berkali-kali lipat harganya dibandingkan kios pinggir jalan di Indonesia.

First stop kami adalah Buckingham Palace. Saya kira istana ini suasananya syahdu sendu gimana gitu yaa tapi ternyata di depan gerbang penuh sekali dengan wisatawan.

In front the Buckingham. Pangeran Harry mana Pangeran Harry

In front the Buckingham. Pangeran Harry mana Pangeran Harry

Gerbang Istana Buckingham

Gerbang Istana Buckingham. Cakep banget detilnya

IMG_3302

Gerbang Istana Buckingham

IMG_3295

Ini The Victoria Memorial yang terletak di Queen’s Garden di depan istana. Patung ini buatan Sir Thomas Brock yang dipersembahkan untuk Ratu Victoria.

Istana ini bersih dari coretan xxx was here atau I love you xxx. Bahkan di tamannya pun jarang terlihat sampah. Penjaganya pun benar-benar standing still dan gak bereaksi walaupun dilihatin ratusan orang. Sayangnya karena keterbatasan waktu kami hanya sebentar saja di istana ini dan harus melanjutkan perjalanan. Supir Bus kami seorang kakek-kakek yang sangat ramah dan gak keberatan kalau ditanya-tanya. Memang dasarnya saya suka mengobrol dengan supir taksi atau tukang becak dan biasanya selalu saja ketemu sama supir yang hidupnya aneh-aneh bin ajaib. Tak terkecuali si kakek ini. Meskipun pekerjaannya supir bus tapi dia punya rumah di Filipina dan sering liburan ke berbagai tempat. Dia sudah lama sekali menjadi supir bus dan sudah tahu London sampai ke pelosok-pelosoknya. Sayang saya gak sempat berfoto dengan beliau.

Next stop was Big Ben!! Karena si Ben itu ada di pinggir jalan dan tidak ada tempat parkir yang dekat maka Bus kami berhenti sekitar 500 meter di gedung perkantoran di daerah Lambeth. Gedung perkantorannya ini kayak gedung kantor di Jakarta. Biasa aja, tapi begitu belok sedikit langsung keliatan Big Ben dan London eye. Inilah mungkin kenapa London disebut kota dimana jaman klasik dan jaman modern bertemu. Untuk mencapai Big Ben kita harus menyusuri Westminster Bridge. Jembatan panjang yang dikelilingi beberapa Landmark seperti London Eye dan Big Ben ini menghubungkan daerah Lambeth dan daerah Westminster.

Hello Ben

Hello Ben

IMG_3326

Thames River

IMG_3332

Westminster Bridge

IMG_3297

The London Eye, salah satu landmark kota London yang ada di seberang Big Ben

IMG_3309

London Eye di seberangnya Big Ben.              Liat deh jalanannya bersih banget yaa

Big Ben ini memang luar biasa megah. Saking megah dan keasikan foto-foto saya adik dan 1 pasangan suami istri terpisah dari anggota yang lain. Nah loh, nyasar kok di London. Nyasar di Jakarta aja saya masih bingung apalagi ini.  Akhirnya kami kembali ke tempat parkir bus tadi tapi busnya udah gak ada. Nah loh!! Mana telepon dan bbm pemandu tur kami tidak bisa dihubungi. Akhirnya kami bolak balik menelusuri ujung ke ujung Westminster Bridge tapi ga ketemu-ketemu juga. Takutnya rombongan sudah meninggalkan kami karena mengejar jadwal makan siang. Untungnya nyasar di London ya biar capek juga tetap aja mata seger lihat kanan kiri dan saya tetep curi-curi foto bangunan. Akhirnya setelah setengah jam muter-muter Big Ben ketemu jugalah bus rombongan kami. Ternyata mereka ada di seberang di jalan belakang Big Ben dan tidak kelihatan oleh kami karena letaknya cukup jauh. Ya salam. Agak-agak gak enak sih soalnya jadwal tur jadi agak berantakan apalagi kan baru pada kenal tapi ternyata Tante-Tante dan Om-Om ini orangnya asik asik dan gak masalahin. Buat saya nyasar ini membawa berkah karena bonus setengah jam keliling-keliling westmister bridge dan jalan-jalan di sekitarnya.

IMG_3325

Mbak-Mbak Kesasar

IMG_3336

Tetep foto-foto walaupun nyasar

Sesaat sebelum nyasar

Sesaat sebelum nyasar

(to be continued)

Jakarta to London : 11778.41 KM

“Not all those who wander are lost”

                                            JRR Tolkien

Soekarno Hatta to Changi Changi to London

Soekarno Hatta to Changi
                               Changi to London

Tadaaaaa. Here comes the day. Koper siap,perbekalan siap,dan pastinya tongsis sama power bank ga boleh ketinggalan.

Rombongan tour kami berangkat dari Soeta sekitar jam 9 malam,transit di Changi 1 jam saja dan lanjut ke London, tepatnya mendarat di Bandara Heathrow yang sering jadi latar film dan novel itu. Kalau Soekarno Hatta menduduki peringkat ke 8 sebagai bandara paling sibuk di dunia maka Heathrow ini ada di posisi nomor 5. Kok kesannya megah sekali ya si Heathrow. Makanya saya pun dari dulu penasaran banget sama bandara ini. Heathrow here I come.

Here I come pantat tepos maksudnya..

Ternyata duduk 16 jam di pesawat itu luar biasa pegelnya. Untungnya maskapai SQ memang top banget buat urusan menjamu penumpang. Makanan enak dan camilan 24 jam gak berhenti-henti keluar. Berlaku juga buat alkohol. Ada bapak-bapak bule yang kayaknya tiap setengah jam sekali minta tambah wine, all night long…..tapi ga ke kamar-kamar mandi. Pak pinjamkan kami kekuatan supermu itu Pak

Urusan makanan beres sekarang urusan mata. Kayaknya 16 jam gak mungkin tidur melulu kan ya. Untungnya ada in flight entertaiment yang siap dengan film-film masa kininya. Dari Man of Steel sampai How I met your mother season 6 juga ada. Harta karun banget buat team Barney-Robin kayak saya. Meskipun ujung-ujungnya sih bukan nontonin film tapi nontonin ini

Gak nyampe-nyampe maaak

Gak nyampe-nyampe maaak

Ngomong-ngomong kelamaan duduk di kursi sempit dan kalau liat ke luar jendela langitnya gelap banget itu rada-rada bikin parno yaa. We’re out of nowhere,cuma bisa pasrah ke Tuhan dan percaya sama kemampuan pilot dan para petugas2 ATC. Deepest condolences buat keluarga dari MH 17 dan MH 370 dan keluarga korban kecelakaan pesawat lainnya. Semoga amal ibadah para korban diterima olehNya.

Paginya ketika bangun saya ada di atas langit Perancis. Heathrow sudah mulai tercium baunya begitupun bau napas naga manusia manusia di pesawat. Untung ada handuk panas dan makanan enak yang membantu banget mengembalikan energi. Dan beberapa jam kemudian kami akhirnya mendarat!! *sujud syukur pantat gw ga tepos lagi*

MENDARAAAAT

Welcome to Heathrow

We're in Heathrow boooyaaah

We’re in Heathrow boooyaaah

Belum sikat gigi apalagi mandi. Terimalah bau nagaku London. Haaaah

Di bagian belakang Bandara Heathrow. Belum sikat gigi apalagi mandi. Terimalah bau naga ini wahai London. Haaaah

 

Tips buat perjalanan jauh kayak gini :

1.Make sure obat-obatan penting ada di handbag kamu dan gak hanya di tas kabin apalagi di bagasi

2.Kalau obatnya penting atau keliatan remeh padahal penting banget kayak minyak kayu putih ada baiknya bawa cadangannya juga. Kejadian ke saya, minyak kayu putih jatuh menggelinding ke lantai bawah pesawat di tengah malam buta dan semua orang lagi tidur, padahal sesak napas karena kedinginannya lagi kambuh.

3.Playlist! playlist! playlist! Musik itu maha penting.Apa lagi yang bisa bikin kamu gak kesepian waktu semua orang sudah tidur? Musik di playlist yang sudah kamu bikin pastinya. Berguna juga buat mengahalau suara ngorok orang2 di depan belakang samping..

(to be continued…)

 

 

Dreams do come true

Gak tahu mulai dari umur berapa tapi kalau ditanya orang cita-cita lo apa jawabannya adalah cita-cita gw keliling dunia. Mungkin ini agak-agak aneh tapi ga tau kenapa dari dulu kalau liat foto menara Eiffel atau Big Ben reaksi gw malah PENGEN NANGIS. Mungkin gara-gara kepengen banget banget sampai kebelet. Heck, alasan gw ngelepas Hukum Unpad dan masuk HI Unpar juga gara-gara pengen keliling ngelihat dunia *anaknya Taurus banget, sekali punya goal susah ngelepasinnya*

Dan gw selalu percaya mimpi yang selalu gw selipkan di tiap shalat ini bakal kesampaian. Percaya kalau suatu hari Menara Eiffel bakal ada di depan mata dan bukan cuma lihat di foto atau kartu post atau denger dari cerita orang.

And guess what,  Tahun 2013 kemarin Allah ngasih rejeki buat gw kesana. Alhamdulillah. Sebenernya postingan Eropa ini mestinya ditulis tahun lalu pas lagi fresh freshnya tapi apa daya gw pemalas binti penunda jadi baru setahun kemudian bikinnya. Gapapalah yaa lebih baik terlambat daripada gak sama sekali.

Nah, berhubung baru lulus kuliah s2  dan belum dapat penghasilan tetap jadi biaya perjalanan ditanggung oleh ayahanda yang baik hati dengan syarat harus pake tour dan ditemenin sama adik perempuan gw. Berhubung badan eike agak2 rapuh dengan penyakit penyakit yang sering kambuh belum lagi alergi makanan dan alergi dingin  jadi mau ga mau harus nurut aja sama titah tuan besar. Bye bye backpacking. Anyway for extremely cool europe couple backpacking stories you should see my friend’s blog here

Akhirnya setelah survey berbagai macam travel agent yang bisa ngasih akomodasi lengkap,jumlah kunjungan ke kota-kota impian sama tentunya harga yang cucok  terpilihlah (drum roll please) : Golden Rama tour and travel

Golden Rama ini banyak banget pilihan turnya. Dari Eropa ada, Asia ada, Afrika, Amerika, Eropa apalagi. Cruises juga ada. Sayang aja mereka belum nyediain tur ke hatimu *Eh* Jadilah kita gak cuma ke Paris aja tapi melipir ke negara-negara tetangganya (say whaaaat? aaaaaaa). Sayangnya paket yang gw pilih ini gak ada tujuan Spanyolnya. Soalnya kalau ke Spanyol negara tujuannya cuma sekitaran Perancis dan kota-kota di Spanyol dan ga melipir ke negara-negara atas. Jadi apa boleh buat, perjumpaan kita harus ditunda dulu ya Mas Iker.

Come to Papa

Iya mas bentar yaa mas

Waktu : 2 minggu

Negara yang dikunjungi

1. Inggris (London)

Sebetulnya ada juga paket Eropa Barat yang gak pakai London tapi sayang banget kalau udah kesana dan ga ke negaranya Pangeran William ini kan. Nah nambah biaya buat ke 1 negara ini aja memang lumayan mahal. Sekitar 10 juta 1 orang buat 1 hari aja. But it’s worth the price

2. Belgia

3.Belanda (Amsterdam)

4.Perancis (Paris)

5.Swiss (Zurich,Lucerne)

6.Italia (Roma,Venezia,Pisa,Milan)

7.Vatikan

Akomodasi

Pesawat pulang pergi naik SQ,Bus,Makan sehari 2 kali dan Hotel minimal bintang 3

Nah meskipun akomodasi dll udah diurus sama travel ternyata masih banyak printilan yang harus kita urus apalagi kalau buat bikin VISA. Apalagi karena harus ke London jadi ada dua visa yang harus dibikin, Visa UK sama Visa buat bebas melipir ke negara-negara Eropa Barat alias Schengen. Visa Schengen ini berlaku di 25 negara Eropa. Jadi kalau visa itu udah di tangan kamu bisa bebas melipir masuk koprol tiger sprong ke 25 negara itu.

Persyaratan Visa, diantaranya

1. Passport  pastinya. Pastiin passport kita expirednya masih agak lama minimal sekitar 8 bulan sampai setahunan. Kebetulan passpot gw sama si adik waktu itu habis jadi kita harus perpanjang lagi. Untung buat passport ini bisa sekalian minta dibantu sama orang dari Golden Ramanya jadi tinggal datang,foto, dan wawancara sebentardi kantor imigrasi. Wawancaranya juga seputaran “Mau kemana aja kok perpanjang passport”

2.KTP,kartu keluarga,kartu kredit

3.Surat izin orangtua atau suami

4.Rekening bank yang harus diisi dengan nominal minimal 7 digit, if I’m not mistaken (Gak harus uang kamu juga gapapa yang penting ada laporannya kalau rekening kamu ada isinya)

5.Rekening koran beberapa bulan terakhir yang bisa diminta di Bank,

6.Surat keterangan dari universitas atau kantor kalau kamu benar pernah sekolah atau sedang bekerja disitu

7.Surat jaminan (biasanya dari kantor) kalau kamu bakal kembali ke Indonesia. Karena banyak kejadian turis yang ikut tour and travel gini tapi malah kabur-kaburan. Biasanya buat cari kerja di luar sana. Tour guide gw cerita waktu dia bawa grup travel ke Amerika kalau ga salah, ada dua orang yang kabur dan cuma ninggalin note : Maaf ya Pak, saya mau tinggal sama saudara saya disini. Makjangjang moga-moga mereka masih sehat wal afiat atau mungkin udah kerja di salah satu rumah artis Hollywood kayak Mbak Ani yang kerja di rumah Adam Levine. Mbak Ani, aku padamuuuuu. Kalau capek mungkin mau gantian sama sini Mbak. *siap cuci jemur celana Mas Adam*

8.Wawancara dan pengambilan foto. Nah, kalau untuk visa Schengen yang ikutan tur gini terbilang gampang soalnya sudah diurus sama travel agentnya. Kalau tips tips ngurus sendiri bisa diliat disini. Kalau buat visa UK kita mesti datang sendiri ke kantor perwakilan visa di Plaza Asia, Jl. Jend. Sudirman Kav. 59 buat ngambil foto dan sidik jari.

9.Biaya pengurusan visa schengen sekitar 60 euro dan visa UK lengkapnya bisa dibaca disini  

Baju

Selesai persyaratan visa passport dan dokumen lainnya ada lagi yang harus kita pikirin yaitu CUACA. Bulan Oktober kemarin untungnya cuaca di Eropa lagi enak-enaknya karena menuju autumn (musim gugur). Jadi baju juga harus disesuaikan dengan cuaca disitu. Gak lucu juga kalau  kita malah muncul pake tank top sama hot pants. Dingin cyn ntar gak lucu kalau foto depan Eiffel punggungnya penuh kerokan. Gw cuma bawa baju buat 1 minggu dan 1 baju tidur berhubung desas desus dan mitos lainnya bilang kalau di sana sih gak usah ganti baju soalnya ga akan keringetan ini. Ternyata mitos itu GA SEPENUHNYA BENAR WAHAI PEMBACA. Memang dingin sih tapi kalau cuacanya panas tetap aja keringetan dan ujung-ujungnya mesti ganti baju. Eropa bukan negeri AC,noted. Jadi kalau lagi autumn gitu enaknya tetap pakai baju lengan panjang atau jaket tapi yang ga tebal-tebal amat. Pakai long john juga cukup, jangan lupa syal sama siapin legging khusus autumn sama kaos kaki. Pakai boost oke tapi kalau tahan dingin sih flat shoes juga jadi. Tergantung negara yang dikunjungi juga. London,Belgia,Paris relatif normal sekitaran 15-20 derajat. Swiss agak dingin, Belanda dingin banget (more on this latter) dan Italia paling panaaaas (kalau orang Sunda bilang sih kesangan cyn kesangan). Kalau kamu tinggal di Bandung semua perlengkapan tadi bisa dibeli di Twig House. Asli ini toko lengkap banget baju berbagai musimnya. Pegawainya informatif banget ngasih tahu apa bedanya baju,kaos kaki, winter sama autumn yang agak-agak mirip. Ngebantu banget buat orang Indonesia macam gw yang udah terbiasa sama 2 musim dan ga gonta-ganti kaos kaki.

Bahasa

Gak semua orang Eropa bisa bahasa Inggris. Jadi tenang aja, bahasa tubuh sama bahasa tarzan pun mereka ngerti. Tapi bagusnya sih bawa buku panduan bahasa standar masing-masing negara at least kalau nyasar masih bisa pulang ke hotel. Buat yang muslim dan ga boleh makan babi kalau saran temen gw adalah : Bikin gambar babi di kertas trus disilang gede-gede dan gambar ayam dikasih tanda check list. Itu berguna sekali kalau ketemu pelayan-pelayan yang sama sekali ga bisa bahasa Inggris.

Komunikasi

Ga usah khawatir, Eropa itu wifinya dimana-mana. Siapapun yang bilang itu pasti belum pernah ngerasain jadi fakir Wifi. Ternyata gak dimana-mana juga. Jadi mau gak mau kita harus siap beli pulsa agak banyak. Kalau mau bawa nomor dari sini gw saranin pake pra bayar aja biar ga ribet dan tagihan gak tiba-tiba membengkak. Buat yang mau BBMan bisa pake paket dari 3, ini paket paling murah. Harganya 33 ribu sehari (Iya broow ini paling murah yang lain bisa 50 ribuan kecuali ada promo promo *nangis kejer*). Dulu gw ketolong banget sama paket internet XL  (entah paket ini masih ada apa engga). Paketan ini pulsa internetnya sehari gratis di setiap negara. Jadi mau upload foto di Path,Instagram,Whatsappan apapun gratis ( I feel freeeeee kalau kata Syahrini) tapi yaaa itu, cuma sehari aja. Besoknya tetep bayar per 1 mb, begitu sudah mencapai batas maksimal (sekitar 50 mb kalau ga salah) pulsa kita langsung dipotong 50 ribu TAPI pemakaian internetnya jadi unlimited. Buat anak Path,instagram,sama twitter mesti hati-hati banget, mending dinyalain aja airplane mode-nya daripada uangnya abis buat beli pulsa dan gak bisa makan.

Nah segitu aja mukadimahnya ya. Postingan-postingan berikutnya bakal bahas satu-satu negara yang gw kunjungin di  #AutumnInEurope

210

Let’s go!

xoxo